Profesi Petugas Sampah : Minim Apresiasi, Sarat Kontribusi

(Sisi lain Film “Toughest Place to be a Bin Man”)

Pekerjaan itu ada karena ada yang dikerjakan.  Pekerjaan itu tersedia karena ada sebuah kontribusi yang bisa dilakukan. Apapun profesinya tentu memiliki sebuah peranan tersendiri.  Bak sebuah sistem rantai makanan, setiap makhluk hidup memiliki nisia (peranan) dalam habitatnya. Begitu pula suatu profesi akan memiliki sebuah peranan tersendiri dalam sebuah sistem kehidupan kita. Saling membutuhkan antara profesi yang satu dengan profesi yang lain. Oleh karena itu kita tidak bisa memandang sebelah mata sebuah profesi, namun kita harus memandang dan menilai profesi itu secara komprehensif dari berbagai sisi.

Dewasa ini, masih ada saja orang yang mendiskreditkan profesi tertentu, sebut saja profesi petugas sampah. Berangkat dari kondisi sampah yang identik dengan kotor, jorok, sumber penyakit, dan lain sebagainnya, tak jarang pula orang memandang sebelah mata profesi yang setiap harinya bergelut dengan sampah itu.  Seolah mereka menyepelekan sebuah profesi hanya karena fisik luarnya saja. Kurang mendalami kontribusi yang bisa dilakukan melalui profesi petugas sampah terhadap khalayak masyarakat dan lingkungan sekitar.

Petugas sampah adalah profesi yang sangat mulia. Mereka bekerja bukan untuk dirinya saja. Namun terlepas dari upaya mereka menghidupi diri dan keluargannya, mereka secara tidak langsung mengabdikan diri kepada orang disekitarnya, kepada lingkungannya, dan kepada negara. Bayangkan saja sehari tanpa petugas sampah tentu akan menyebabkan berbagai bencana dan mengganggu stabilitas kehidupan kita. Bencana banjir, merebaknya penyakit, dan masih banyak lagi kondisi yang akan ditimbulkan jika sampah menumpuk dimana-mana. Hal ini karena tidak ada pengelolaan sampah yang baik. Sisi lain inilah yang sering luput dari kacamata kebanyakan orang saat memberikan sebuah penilaian tentang profesi petugas sampah.  Profesi yang luput dari apresiasi namun justru banyak berkontribusi.

sumber gambar : http://static.republika.co.id

Penulis : Phisca Aditya Rosyady

This entry was posted in Etika dan Bisnis and tagged . Bookmark the permalink.

48 Responses to Profesi Petugas Sampah : Minim Apresiasi, Sarat Kontribusi

  1. irfan sembara says:

    ok gan jangan di hiraukan biar orang bilang apa yang penting bersih dan terhindar dari penyakit, Ok…..

  2. bagaimana komentar teman-teman…ayo silahkan berbagi opini disini..

  3. irfan sembara@ thx kunjungannya, iya, yang penting pekerjaannya halal juga, daripada koruptor. Pokoknya sukses dan apresiasi banget buat para pahlawan kebersihan kita…sukses pak, bu, mas, mbak smuannya….smg berkah dan lancar rejekinya

  4. oktavian says:

    stju kang, kl ga ad ptugas sampah, brarti kita haruz mlakukan 2 pkrjaan skaligus, bkrja sesuai profesi dan bkerja mnjadi tukang smpah,, smua slg mlengkapi

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

  5. damar triatmojo says:

    saya setuju, itu merupakan profesi yang mulia. bahkan saya pernah ingin menjadi tukang sapu jalan, dan sekarang masih ada keinginan itu

    dan masing-masing dari kita adalah tukang sampah untuk diri kita sendiri

    peduli sampah, peduli masa depan

    kelola sampah mulai dari yang ada di sekitar anda

  6. oktavian@ thx kunjungane gan, iyo. msl gag da para pahlawan kebersihan sehari saja, saya kira sudah bener2 amburadul lingkungan kita…banjir, penyakit menular, dan msh bnyak dampak buruk lainnya…nice komen kang..nuwun

  7. damar triatmojo @ mantep kang bro, ane like your comment
    ” dan masing-masing dari kita adalah tukang sampah untuk diri kita sendiri
    peduli sampah, peduli masa depan
    kelola sampah mulai dari yang ada di sekitar anda ”
    sip..mari mulai dri diri kita sndiri,,menuju Indonesia bersiah 2013,,hehe…full apreciate buat para petugas sampah pokoknya..hehe.nuwun

  8. ipul says:

    coment ap y????
    klo dipikir2 tukang sampah merupakan pahlawan bagi manusia apalagi untuk masyarakat urban… yah stidaknya kita lebih bisa menghargai mereka, tidak muluk2 hanya dengan membuang sampah pada tempatnya mungkin kita sudah sedikit meringankan pekerjaan mereka… pokoke terimakasih kepada tukang sampah…
    tapi mohon kepada tukang sampah jangan angkut adminnya….hahahaha

  9. ipul @ iyo bro, mantep nih ulasan dr sisi arsitek dan tata kota..hehe.
    sip mari kita bantu minimal dengan sadar dan tanggap akan kebersihan diri kita sndiri, membuang sampah pada t4nya itu dah bgus…
    hehe. adminya gag muat gan…

  10. rohmad says:

    prosefi tukang sampah untuk sebagian orang memang dianggap profesi yang menjijikan dan bergaji rendah. Dibuktikan dengan kebanyakan dari para beliau adalah orang tua yang sudah tak terlalu produktif lagi untuk sekedar meneruskan hidup,
    banyak yang honorer dripada pegawai.
    KESADARAN pemerintah dan masyarakat utk ikut BERPERAN pada masalah kebersihan nie amat penting.
    coba klo pemerintah mmberi kebijakan2 khusus yg mguntungkan bgi para tukang sampah,
    coba klo para warga menyediakan plastik khusus utk wadah sampahny shgga sampah yg dipungut pak tukang sampah tak begitu ktor,
    coba..coba..dan coba apa yang dpat qta lakukan utk ikut berperan aktif mnjga kebersihan lingkungan hidup,

  11. doni rahmadoni says:

    kalau menurut saya pekerjaaan pemungut sampah itu adalah salah satu pekerjaan yang sangat mulia. coba banyangin kalau mereka gak ad, pasti kalau musim hujan banjir #walaupun sekarang tetap banjir. Tapi setidaknya mereka ikut meminimalisir banjir. Jangan melihat sesuatu itu dari covernya aja, tapi lihatlah dalamnya juga

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

  12. rohmad says:

    eh dhik ad slogan apik dri riau,
    BUKAN ORANG SEMBARANGAN ORANG YANG TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DAN TIDAK SEMBARANG ORANG YANG MENGERTI DAN MAU MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

  13. kang rohmad @ sip mantep kang ulasannya, dan slogannya juga mantap. smg kita termasuk yg mengerti dan membuang sampah pada tempatnya

  14. doni @ iya, mari kita memandang sesuatu itu lbh komprehensif, dari berbagai sisi. thx kunjungannya

  15. Dimas says:

    Yayaya.. bila tak ada tukang sampah, pasti lingungan ini akan sangat kotor..

  16. dimas @ iya kang, betapa pentingnya profesi sang petugas sampah, smg kita bs menghargainya dengan mulai membuang sampah pada tempatnya..nuwun kunjungane kang

  17. Fardhani RR says:

    Iya benersetidaknya ada tukang sampah itu lingkungan sehat yang diharapkan itu bisa terwujud sesibuk apapun rutinitas kita dan sesibuk apa waktu kita, tapi sayang zaman adalah zaman (bukannnya mau meremehkan) sekarang tukang sampah banyak yang bekerja karena uang bang phis kayak ditempat kostku kalo aku gak ngasih uang ke mereka mereka gak mau ngangkat sampahnya so this only in INdonesia…..
    kalo gak kita yang peduli siapa lagi????

  18. yuman says:

    pekerjaan yg bisa dibilang pekerjaan mulia (sebut saja tukang sampah), malah serasa diabaikan oleh negara. perbandingan tukan sampah inggris dngn tukang sampah indonesia benar2 memperlihatkan betapa acuhnya pemimpin negara kita atas kelangsungan kehidupan mereka. bandingkan dengan di inggris itu, tukang sampah diberi gaji n tunjangan yg layak sesuai pekerjaan berat mereka.

  19. Fardani RR @iya juga sih, tapi mungkin ya itu karena kebutuhan yang mendesak, bagaimanapun juga mereka butuh uang. iya kita harus mulai dr diri kita dulu,,hehe. nice comment bung, thx kunjungannya

  20. yuman @ nice comment ndan, iya sangat kontras sekali apresiasi pemerintah disini dan di inggris untuk para pahlawan kebersihan, seharusnya Indonesia perlu belajar dr Inggris ttg hal itu. mungkin saja indonesia terlalu sibuk memberikan tunjangan kepada “pejabat-pejabat negara”. hehe.

  21. Rian Fahmi says:

    joss piss…mantab pkoke artikelnya..
    aku juga setuju, kita semua pasti gk bisa hdup tanpa orang orang disktar kita…tak terkecuali petugas sampah…
    bayangkan lo’ gak ada tukang sampah, sampah akan ada dimana2..polusi udara merajalela..batu pun tak kuat menahannya….

  22. Rian Fahmi @ nuwun kunjungannya kang, iya stiap manusia pasti berperan dalam sistem kehidupan kita. Apapun perannya, itu smua dibutuhkan untuk stabilitas kehidupan kita. so, mari kita belajar menghargai apapun peranan yang ada dalam kehidupan ini, apapun profesinya, saya yakin itu berkontribusi..hehehe

  23. WARUNG KOmPI says:

    “Profesi yang luput dari apresiasi namun justru banyak berkontribusi.” Itulah yang dinamakan pengabdian. Ikhlas dan tanpa pamrih. Nice post!!

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

  24. penjual di warung kompi @ sip, lillahi ta`ala…maturnuwun kunjungane kang

  25. ikeseptiyastari says:

    andaikan ada upaya pengelolaan sampah yang lebih berdayaguna maka profesi ini akan lebih dihargai…. *teringat film upin ipin yg ada salah satu muridnya pengen jadi petugas pengangkut sampah.

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

  26. Celixier says:

    Tukang sampah itu sangat penting…
    (Curhat di komplek rumah nggak ada tukang sampahnya)
    Nasib oh Nasib…

  27. yafie says:

    sebuah hal yang kontroversial..
    pertanyaan: apabila petugas sampah diberi kemampuan dan ilmu yang lebih, apakah sanggup menggantikan KPK? untuk membersihkan negara ini dari korupsi,,..

  28. ikeseptiyastari@ iyo mbak, harusnya ada inovasi-inovasi baru biar bs lbh bermanfaat dr berbagai sisi…hahaha. nuwun kunjungane mbak..

  29. Celixier@ haha, iyo penting banget sob, nah itu mungkin udah bs ngrasain btp beratnya tanpa petugas sampah,,mungkin mulai saat ini dicoba aja jadi petugas sampah untuk diri sndiri,,hehe,

  30. yafie@ ide bagus itu, saya kira membersihkan sampah2 negara (baca : koruptor) juga urgensi untuk saat ini. hehe. jzk kunjungane gus

  31. kevin edward says:

    apa yang di kerjakan dan berguna bagi orang sekitar, itu merupakan pekerjaan yang mulia…
    seandainya tidak ada petugas sampah, apa daya manusia di zaman sekrang, pasti pda penyakitan, berkat petugas sampah maka hiduplah manusia yang berguna..
    jadi pekerjaan yang kita anggap kotor ini, bukanlah pekerjaan hina bagi kita..

    salam kenal kevin..

  32. kevin edward@ sip, tanpa petugas sampah, banyak gangguan dan bencana yang ada…salam kenal juga bung kevin, keep writing on your blog…

  33. Damaz Dwi says:

    nice posting bro^^

    mereka yang berprofesi seperti ini laik diberikan gelar pahlawan tanpa tanda jasa. Bagaimana tidak, mereka sangat berjasa dalam hal kebersihan kota. Jika tidak ada mereka, bener kata agan tadi, sampah bakal numpuk di mana-mana… so, hargailah sekecil apa pun sebuah profesi, itu intinya. 🙂

  34. Link's Share says:

    Jangan Lupa Juga Sob Koment & Follow …
    http://l-share.blogspot.com

  35. Petugas sampah itu pahlawan sob. sayang orang sekarang sering menganggap hina padahal sebenernya yang hina itu dia.

  36. pinsalabim says:

    petugas sampah.. pahlawan tanpa tanda tanda

  37. Damaz Dwi / Link’s Share / Irwan Prasetia / pinsalabim :
    sip, makasih kunjungannya gan, iya petugas sampah itu pahlawan yang sepatutnya diberikan apresiasi yang lebih…namun kenyataan saat ini di Indonesia memang blm berlaku demikian. mari kita mulai dari kita sendiri sob…hehe

  38. dydytz says:

    coba saja kalau profesi petugas sampah masuk JobsDB, pasti ngga ada yang nyari…
    mungkin dibikin PNS aja tuh bang petugas sampah itu 🙂

  39. kang dydytz : jobs DP itu apa?
    iya kyknya yg dijadikan PNS itu solusi yang bs diterapkan sbg apresiasi pemerintah kepada para pahwalan kebersihan..hehe.nuwun

  40. Hasby_ says:

    sampah menjadi masalah yg utama di negeri ini..
    coba lihat saja di kota-kota besar, exp: jakarta etc.
    tidak ada berita lain selain banjir dan bencana yg lainnya.
    manusia kebanyakan sadar tapi tidak peduli..
    kebanyakan hal yg “muluk2” yg dibahas dan diperbincangkan..
    sedikit sekali orang yg sadar dan peduli yg diapresiasikan dalam sebuah tindakan nyata.
    tukang sampah..kaum proletar..ga ada bahasa yg lebih halus lagi memaknai mereka? ya mereka para hedonis menyebut itu pekerjaan remeh..
    setelah membaca tulisan tersebut, ini tulisan mau diarahkan kemana ya?
    gerakan sadar diri dan membuang sampah pada tempatnya?
    memikir ulang sampah mau dikemanakan? untuk apa?
    mari membaca slogan dan mengamalkannya.. hehhee

    *intine piye iki tulisanku pisca?..wkwkw

  41. hendriq says:

    memg dah spantasnya mrka dpt gaji ttap n diaNgkat sbgai PNS tntunya dngan prtmbangan masa krja mrka yg rlatf sdah lma………………..N bgi Person yg kiranya mrka serg diambil sampahnya zaw shrsnya mrka ksh uang lelah……

  42. hendriq@ stuju mas, iya sudah spatutnya langkah itu ditempuh untuk mengapresiasi kinerja mereka,..nuwun kunjungane mas

  43. ego says:

    Justru pekerja yang seperti inilah yang seharusnya digaji lebih tinggi oleh pemerintah, bukan mereka yang kerjanya cm duduk manis dalam ruangan ber AC, dan tidur saat rapat.

  44. ego @ setuju banget, haha. tapi memang realitanya berbeda. minimal diperhatikan khusus oleh pemerintah itu sudah bagus spertinya, gag usah muluk2,,,cz realitanya para petugas kebersihan kyknya gag da perhatian khusus dan berasa diterlantarkan

  45. kang hasby @ haha, ulasan menarik kang, tapi rada bingung jg aku memahaminya,,hehe, mslh arah tulisanku memang blm terfokus, tapi aku cm ingin ngajak peduli terhadap petugas sampah, nah nanti aplikasinya ke sebuah tindakan sadar akan sampah dengan membuang sampah pada tempatnya dan menghargai petugas sampah itu sendiri,,hehe..itu maksud tulisanku kang,,hehe

  46. vanfajar says:

    kalo di swiss, pekerjaan ini gajinya paling tinggi drpd PNS lainnya. gaji lainnya yg tinggi jg guru, krn oekerjaan mreka sangat mulia.
    so, hargai mreka.. krn tnpa mreka kelangsungan hidup kta tdk akan tertata dgn rapi dan baik..

  47. nurphy says:

    heemmm.. susah lho bersihin sampah yg numpuk ki. wis bau, kotor, apa lagi klo g sempet bersih2 dg aktivitas yg berjibun, ya Allah…ckckckck.
    PAhlawan tenin petugas sampah ki 🙂

  48. Aliciane says:

    it’s true that your website is very good, and it’s all well organized here.http://www.divulgaemail.com

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *