Menggadaikan Moralitas (hanya) untuk Konten Bajakan

Hargailah karya orang lain, niscaya orang lain akan menghargai karya kita

Globalisasi yang kian rancak dengan ditandai semakin merebaknya penggunaan internet di kalangan masyarakat luas.  Internet untuk rakyat, sebuah jargon dari salah satu produk yang sering kita jumpai di media iklan saat ini. Memang jargon itulah yang pantas untuk menggambarkan kondisi pemanfaatan internet saat ini. Internet saat ini sudah mulai memasyarakat, membidik berbagai usia dan generasi. Mulai dari anak kecil, remaja, orang tua, bahkan para lansia pun sudah dekat dengan internet. Hanya sekadar berselancar di jejaring sosial atau sudah merambah ke aktivitas bisnis secara online dan lain sebagainnya.

Kondisi merebaknya penggunaan internet dikalangan masyarakat akan memberikan manfaat yang sangat besar. Salah satunya, informasi dan pengetahuan yang mungkin selama ini mustahil untuk dijangkau dengan hadirnya internet maka akan membantu semua itu. Namun terlepas dari berbagai  kemanfaatan itu, ada beberapa kelemahan juga yang dihadirkan. Dengan media internet, kita akan bisa mengakses banyak situs web yang menyediakan software bajakan secara gratis. Setiap orang yang membutuhkan software dan ingin men-download-nya bisa dengan mudah mendapatkan software itu kapanpun dan dimanapun berada.

“Berdasarkan hasil riset pembajakan software International Data Corporations (IDC) tahun 2010,  Indonesia menduduki peringkat ke 11 sebagai negara yang paling besar pembajakan software.  Dengan prosentase pembajakan mencapai 87 persen, meningkat dari tahun 2009 yang mencapai 86 persen, merupakan parameter bahwa masih banyak pengguna software yang belum sadar. “ (dilansir VIVAnews.com)

Kondisi di tahun 2011 tak jauh berbeda dengan kondisi 2 tahun sebelumnya. Business Software Alliance (BSA) kembali merilis laporan survey perilaku pengguna dan sikap terhadap pembajakan perangkat lunak Hak Kekayaaan Intelektual (HKI).  Survey menunjukkan dari 32 negara, Indonesia menempati urutan ke 7 sebagai negara dengan pengguna perangkat lunak illegal. Tabel dibawah ini adalah 15 besar negara “Pembajak”

15 negara utama yang paling banyak melakukan pembajakan di seluruh dunia

sumber data : (http://teknologi.vivanews.com)

Sebuah kondisi yang cukup memalukan negara kita menempati posisi ke tujuh dunia bukan karena prestasi yang dibanggakan namun karena tindakan yang kurang terpuji.  Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang Hak Cipta dan kondisi perekonomian mayoritas penduduk di Indonesia  yang menyebabkan enggan atau tidak memungkinkan membeli software yang berlisensi.  Berikut ada contoh realita yang ada sebagai contoh, alangkah mahalnya untuk membeli sebuah komputer dengan berbagai kelengkapannya:

Monitor + CPU                    :       1.500.000

Windows XP                        :       1.000.000

MS Office 2010                   :       2.799.900

Adobe Acrobat Pro              :       7.990.000

Winzip                                  :          129.000

MYOB                                  :       5.500.000

Total                                             Rp. 18.918.900

Tentu kondisi seperti itu banyak yang secara praktis berpikir untuk membajak saja, mudah dan murah. Padahal sudah jelas kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam penggunaan software dan dalam aktivitas kita di dunia maya/internet.  Oleh karenannya kondisi maraknya kasus pembajakan software ini tentu secara nyata melanggar etika dan pelaksanaan UU Hak Cipta. Berikut kutipan saat Saya mewawancari seorang praktisi di bidang IT terkait masalah maraknya pembajakan Software ini.

“ Kalo bicara Indonesia, kita kan belum terbiasa beli software. Kita sejak kecil, sejak pertama kali kenal nginstal software, udah dapet SN (Serial Number)  nya dari rental atau dari mana. Dikira SN itu ya udah sepaket ma kalao kita pinjem / sewa cd. Kita ga ngerti kalau justru yang bikin mahal itu SN nya. Kita ga ngerti kalau agar dapet SN itu mesti bayar license.  tanpa sadar itu pencurian.Bahkan, orang2 kaya yang sanggup beli BB, Ipad, males beli aplikasi yang kadang cuma seharga 10rb.itu karena kita ga terbiasa beli software. Wong tinggal nginstal, barangnya ga kelihatan, kok dibeli.beda sama hardware.setelah dikasih tahu kalau itu mesti beli,belum selesai urusan, karena bagi kita online commerce itu masih repot “

(Bondan Satria N, Ketua OmahTI UGM 2011)

Bicara tentang etika, seperti yang kita kenal adalah terkait tentang kualitas baik (yang seyogyanya dilakukan) atau buruk (yang seyogyanya dihindari) atau nilai-nilai tindakan manusia untuk mencapai kebahagiaan serta tentang kearifannya dalam bertindak (Bourke, 1966 dalam Pramumijoyo dan Warmada, 2004 dalam Dewi & Gudono, 2007). Sehingga sudah jelas etika tentu erat kaitannya dengan moralitas. Bagaimana moralitas suatu bangsa itu akan terefleksikan dalam etika mereka dalam ber aktivitas, termasuk dalam penggunaan software bajakan ini. Lalu yang menjadi permasalahan bagaimana untuk membangun etika dan moralitas untuk mengurangi aktivitas pembajakan software ?  Berikut ada beberapa upaya yang bisa dilakukan.

  • Memahami UU tentang Hak Cipta

Tentu ini mutlak harus dilakukan, dengan memahami undang-undang ini maka kita akan tahu tentang hak cipta dan yang terpenting kita akan memahami bagaimana sikap kita untuk menghargai karya cipta yang dihasilkan orang lain. Pengenalan UU Hak Cipta ini sejak dini kepada anak-anak agar mereka mulai mengenal tentang Hak Cipta.

  • Membiasakan Membeli Software

Kebiasaan buruk di Indonesia menggunakan software bajakan tentu harus kita ubah. Perlahan namun pasti kita sudah saatnya mulai membiasakan menghargai setiap hasil cipta orang lain dengan membelinya.

  • Pemerintah Harus Memperketat Aturan

Mungkin hal ini yang secara pribadi saya rasakan. Memang Perundang-undangan sudah ada, namun implementasi dari undang-undang tersebut belum optimal. Hal ini membutuhkan peran dari pemerintah terutama kementerian Komunikasi dan Informasi dan Kementerian Hukum dan HAM. Sanksi yang tegas harus ada untuk memberikan efek jera dari para pelaku.

  • Sarana dan Prasarana Harus Mendukung

Penggunaan software secara legal biasannya dilakukan dengan membayar kepada perusahaan yang membuat software itu.  Tentu transaksi jual beli akan berlangsung yang biasannya dilakukan secara on-line.  Sehingga untuk mendukung itu semua perlu adanya perbaikan dan peningkatan sarana prasarana khususnya sebagai media transaksi online untuk memudahkan transaksi berlangsung.

  • Mengkampanyekan OpenSource

Opensource hadir sebagai solusi akan maraknya kasus pembajakan software dan lain sebagaiannya. Dengan sistem opensource ini, pengguna kebebasan untuk menggunakan dan mengoprek berbagai produk aplikasi ataupun software. Hal ini karena sistem pengembangannya tidak tersentral pada satu individu/perusahaan saja namun tersebar secara luas dan bebas dengan memanfaatkan kode sumber (source code) yang ada. Sehingga para pengguna bisa saling berkomunikasi dan bekerja sama.

Demikian sebuah ulasan Saya terkait maraknya pembajakan konten/software yang menjadi sebuah kebiasaan di negeri ini. Moralitas dan etika seolah dihiraukan hanya untuk mendapatkan sebuah software secara cuma-cuma. Mari kita mulai dari diri kita sendiri dan mulai dari saat ini, sudah saatnya kita menghargai karya orang lain. Karena boleh jadi suatu saat kita menginginkan karya kita dihargai orang lain.

Oleh :

PHISCA ADITYA ROSYADY

10/300113/PA/13141

MAHASISWA JURUSAN ILMU KOMPUTER DAN ELEKTRONIKA
UNIVERSITAS GADJAH MADA

Sumber Referensi :

http://teknologi.vivanews.com/news/read/245340-indonesia-urutan-ketujuh-pembajak-software

http://teknologi.vivanews.com/news/read/242490-pembajakan-software-telan-kerugian-rp1-3-m

http://nenygory.wordpress.com/2011/08/02/pembajakan-software-software-piracy-dari-perspektif-etika-bisnis/

http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2011/12/04/open-source-sebagai-jawaban-kasus-pembajakan-software/

Sumber Gambar :

http://ireneregina.wordpress.com

This entry was posted in Etika dan Bisnis. Bookmark the permalink.

37 Responses to Menggadaikan Moralitas (hanya) untuk Konten Bajakan

  1. monggo silahkan diberi komentar ataupun tanggapan dari teman-teman semua

  2. iwan says:

    kalo dari sisi pemikiran saya sih..
    ky gitu jg g bisa d salahkan.. dan kalo g mw kaya gt ya ganti sistem..
    sistem marketing perusahaannya harus di ubah…

    sama kaya kita beli buku pelajaran..
    kita kan butuh, sementara g pumya uang/ ribet cara belinya…
    sementara kalo kita copy, uda murah g ribet lg..
    nah kalo kita bth buku yg ada warnanya, sementara poto copy cuma bisa hitam putih kan kita mau g mau ya beli buku yg asli kan?

    kalo ingin g ada pembajakan, ubah sistemnya..

  3. syam2222 says:

    untuk masalah bajakan atau copas atau plagiator ini susah untuk ditegakkan walaupun sudah ada Undang-Undang Hak Ciptanya karena semua kembali kepada pengguna dan pengusaha atau oknum yang membuat bajakan dsbgnya untuk benar-benar mencari rejeki atau penghasilan yang baik dan halal versi agama yang dianutnya masing-masing. Dan masih banyak saya temukan kasus-kasus pembajakan secara global tentang segala hal dan yang simple saja adalah copas artikel orang atau mengkloning template blogger lainnya, nah selanjutnya terserah anda menyikapi hal tersebut. Happy Blogging.

  4. iwan @ nuwun kunjungannya, stuju, iya memang msyarakat kita masih terbiasa dengan hal-hal berbau membajak, seolah tak tahu apa aturan yang ada itu sperti apa,,,

    syamss 2222 @ iya, stuju, memang sulit sekali memberantas mslh ini, bisa jadi lebih sulit drpada memberantas korupsi sekalipun, hehe, mungkin karena terlalu kompleks dan meluasnya mslh ini, internet yang terbuka dan bs diakses secara bebas untuk smua pihak dimanapun dan kapanpun tentu menjadi permasalahan juga…

  5. Hacktivist says:

    Selamat indonesia menduduki peringkat 7..LOL
    Btw..Korea yg notabene negara maju (saat ini) diperingkat 9.. #miris
    Hmm..Memang mahal banget yg namanya perangkat lunak berbayar,klo dijogja sekarang ini lagi gencar2nya memperkenalkan Open Source dikalangan pemkot via JGOS..
    Memang Open Source serta konten free harus dikenalkan sejak dini agar terbiasa sebagai alternatif pencegahan konten bajakan.
    CMIWW^^

  6. wildankafi says:

    betul tu gan.
    tapi kita biasanya dapat langsung ada SN atau keygen maupun crack jadi kita tidak terbias sama yang beli meskipun itu cuman 5rb.karena masyrakat lebih pilih download dari pada beli licensi yang asli nya..

  7. hayo mas phisca laptopnya pake windows asli apa bajakan ?
    trus officenya pake mas phisca? MS word kah?
    saya sebelum mempublish tulisan saya di blog saya, saya ketik dulu di openoffice baru dikopi paste ke blog lho…piye ki..

  8. Hacktivist @ sip, maturnuwun kunjungannya. haha, ikut nyelamatin juga, keren masuk topten,,haha. miris banget sbeneranya.

    iya sudah saatnya generasi opensource digencarkan, dikampus ane jg sudah ada UGOS, kyke memang inilah solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan pembajakan konten/software di negri ini…

  9. wildankafi @ makasih kunjuangannya sob, iya memang kita dihadapkan oleh mahalnya lisensi, oleh sulitnya transaksi secara online, dan masih kurangnya pemahaman kita ttg aturan terkait pembajakan itu serta kurang tegasnya aparat penegak hukum dalam hal ini terkait pembajakan yg mungkin adalah cybercrime…jadi kita milih cara praktis, mudah, dan murah, yakni dengan membajak,,hehe

  10. Mochammad Aditya @haha, memang sulit bro bersih dr hal2 yang berbau bajakan,,,saya akui itu, tapi ini lagi berusaha menghindari itu,,,linux solusinya,,mau menuju ke generasi open source ini

  11. widodo says:

    bener itu sob skarang udah banyak ditemukan sofware2 yang bajakan kalayaknya mah ditelinga udah gak asing lagi udah terkenal

  12. widodo @sudah membumi sepertinya di masyarakat luas,,hehe, makasih

  13. moral moral moral, perbaikannya dengan iman iman iman ,. setuju dengan mas phisca

  14. moral moral moral,… perbaikannya dengan iman iman iman ,.. setuju dengan mas phisca a

  15. Nikite Sulistiyana @ iya, memang moral dan iman adalah solusi yang fundamental tuk mengatasi kejahatan pembajakan software dan konten seperti ini. mari kita mulai dr diri kita sendiri dulu….nuwun kunjungannya nik

  16. Kang Fauzy says:

    Kalau menurut saya, Indonesia itu sebenarnya orangnya pinter2 kok.. tinggal membiasakan saja.. Kalau dari kecil dikenalkan software2 yang Open Source Insyaallah mereka akan berkreasi dan berlomba2 menghasilkan karya2 yang tak kalah dengan yang berbayar..

  17. Kang Fauzy @ Sip. nuwun dah berkunjunga. iya sepertinya memang pembiasaan dan pembudayaan sudah saatnya dilakukan sejak dini sekalipun,,,kemudian juga harus lebih menggencarkan Opensource,,,karena bagaimanapun opensource akan memberikan solusi tuk mengurangi pembajakan dan juga sekaligus mengembangkan kemampuan kita di dunia pemrograman..

  18. alphaniez says:

    sae kang…
    indonesia tetep sulit menjauhi yg namanya bajakan

  19. alphaniez @ iyo sih, tapi kalau gag dicoba kita gag tau hasilnya,,,so mari kita mulai dari diri sendiri

  20. chesapradita says:

    wah , bingung nih mau komen apa , tapi kalo aku lihat , kalo orang orang di minta suiruh gak bajak bakalan sulit banget deh , contoh kecilnya aja untuk instalasi XP atow microsoft Office , misal kita servis komp yang rusak ato hilang datanya , trus sama masnya yang nyervis mesti di ingetin , “nanti kalo ada tulisan update jangan di update ya , ndak nanti di blacklist aplikasinya” :O

  21. chesapradita @ thx dah berkunjung bro..haha. iya smua itu karena sudah membudaya dan parahnya kondisi kita mendukung untuk itu, kurang ada dukungan dr praktisi2 di bidang IT termasuk servicer2 kompi,,,hehe, mari kita cb mulai dr diri sendiri..hehe.

  22. erlina nur arifani says:

    kalau menurutku seperti itu tergantung orangnya masing-masing,
    tidak semua orang mempunyai prinsip yang sama dan mempunyai kemampuan yang sama. jujur saja aku pernah pakai aplikasi yang gag beli . hehehe. waktu itu saya belum tahu.. pikiran kebanyakan orang gag papa pakai buat sendiri, yang penting gag diperjualbelikan:0 hhehe.

  23. erlina nur arifani @ iya, semua kembali ke pribadi masing2,,,iya sih kebanyakan berdalih untuk mensahkan tindakan pembajakan itu dengan alih-alih bukan digunakan untuk komersil, namun saya kira itu ttp menjadi sebuah permasalahan juga,,hehe. nuwun kunjungannya..

  24. bimandanu says:

    emang OS + aplikasimu yg laen ra bajakan mas?hehe
    nek gk pake bajakan gak bisa blajar word,excel aku.

  25. bimandanu says:

    OS mu saiki bajakan ra mas?
    nek ra nganggo bajakan, saiki aku raiso nggunake word+gak bisa komen di sini.soale OS ku yo bajakan

  26. bimandanu says:

    nek ra nganggo bajakan saiki aku raiso ngomen neng kene.soale OS ku yo bajakan.

  27. WARUNG KOmPI says:

    Hmmm, bagaimana kalo penjual software bajakan dikenakan pajak kepada pembuat software asli, sehingga kedua pihak sama2 untung. Harga software bajakan memang lebih miring daripada software asli, hal ini sesuai dengan ekonomi masyarakat Indonesia. Selain itu si pembuat software asli juga untung karena dipromosikan oleh software bajakan dan mereka juga tidak rugi karena para pembuat software bajakan tetap dikenai pajak dan harus membayar kepada produsen software asli.

  28. bimandanu @ santai lo bim, aku yo msh “bajakan” tapi wis arep tak ganti neng linux wae,, kyke menarik dan bukan bajakan pastinya…apapun itu nek bajakan itu memang tidak baik, hehehe,,,mungkin bs dicoba dr hal2 yg kecil kita jauhi perbuatan pembajakan…

  29. warung kompi : haha, upaya yang cukup solutif gan, namun kurang realistis aja, untuk mendeteksi dan membuat list siapa saja penjual software bajakan yg disinkronkan dengan pembuat software yang asli akan sulit..namun msl distribusi dilakukan secara sistematis dan tertata itu bukan hal yang sulit. Haha, bener, memang pembajakan itu ada kebaikannya juga, yaitu dalam sisi publikasi..dengan harga yang murah maka barang/produk akan cepat meyebar dan ini akan membuat pembeli yg lain tertarik,,inilah yang sebenarnya harus diapresiasikan juga.mungkin..

  30. eka says:

    susah jg,, namany aja udah kebiasaan,,,
    fungsinya sama,, hargany jg murah,, orang2 kaya aq c pilih yg murah,,haha

  31. eka @ haha, sudah kebiasaan dan membumi di masyarakat..berpikir praktis asal murah kyk aku jg mungkin, tapi mari kita mulai dr diri kita untuk memperbaiki itu smua,,,hehe

  32. vanfajar says:

    pengkajiannya luar biasa skali kang, mantap !!

    i like it

  33. world-press says:

    wind*ws ki le mbajak akeh bianget tapi boss e kok tetep turah2 duit e?iso wae kan pembajakan ki salah satu metode pemasaran produk..
    btw, piye softwaremu pis?wes nyobo opensource? TMDM dong..
    oiyo, opensource nggak semua gratis, ada lho yang mbayar,

  34. Fardhani RR says:

    iya phis aku juga masih pake konten yang bajakane’ soalnya buat beli yang pake lisensi asli mahale’ ya sembari ngumpulin uang kalo udah ada bisa buat beli lisensi sih.

  35. fardhani RR says:

    sebenarnya bukan cuman software aja yang dibajak tetapi kalu kita melihat apakah buku-buku referensi kuliah juga sudah ASLI??? padahal untuk membeli buku referensi contoh kayak E*E*T*O*I** DIGIT*L karya Rog*r L T*okhe*m aja kalo aku liat di toko buku harganya aja Rp.140.000,- sedangkan kebanyakan dari kita juga telah ‘MEMBAJAK’ sebuah karya tulisan dengan karya fotokopi nah menurut anda bagaimana???? apakah ada solusi untuk hal bajak membajak ini????

  36. pulau tidung says:

    benar kita harus menghargai hasil jeripayah orang lainkan orang yang mendapatkan ide pada hal orang yang mendapatkan ide baru tersebut sangatlah susah untuk di dapatkanya
    ilmu itu mahalkan
    tapi kalo ilmunya pembajakan gimana donk ?
    apakah ini masih harus dibil sebagai ilmu

  37. Bouglaufags says:

    lula casino casino jobs winn star casino video poker odds poconos casinos casinos that take echecks key largo casino golden tiger casino belterra casino aladdins gold casino chukchansi gold resort casino cherokee nc casino casino death watch fash casino 1 Mg Buy Xanax Without Prescription ameristar hotel and casino resorts casino hotel little river casino menominee casino keshena Fioricet Buy Muscle Contraction Headaches casinos in ny state test pokerstars choctaw casino aliante station casino buy soma overnight dingo casino games flamingo casino las vegas las vegas hilton casino poconos casino mgmt jobs belterra casino resort cleopatras palace casino

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘0 which is not a hashcash value.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *